Skip to content


PERAN GANDA PEREMPUAN PEKERJA INFORMAL (STUDI PEREMPUAN PENJUAL “DANGE” DI DESA BODDIE KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP PROPINSI SULAWESI SELATAN)

RINGKASAN
IDA ROSADA, (0930401052), Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Program Pascasarjana Kekhususan Sosiologi Pedesaan, 2012. Peran Ganda Perempuan Pekerja Informal (Studi pada Perempuan Penjual “Dange” di Desa Boddie, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan). Promotor: Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS; Ko-Promotor: Prof. Dr. Ir. Sugiyanto, MS; Ko-Promotor: Dr. Ir. Yayuk Yuliati, MS.
Perempuan dan ketimpangan ekonomi merupakan salah satu isu kritis dari dua belas kesepakatan yang telah ditetapkan oleh Konferensi Perempuan Sedunia pada tahun 1995. Isu kesetaraan gender merupakan salah satu wujud penting dalam pengembangan upaya-upaya mendukung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan mengingat lebih dari separuh penduduk Indonesia terdiri dari perempuan, namun kondisi perempuan masih tertinggal dalam berbagai bidang kehidupan (sosial, ekonomi, politik, hukum) dibanding laki-laki. Padahal perempuan dan laki-laki merupakan dua sosok manusia yang senantiasa saling membutuhkan dan ketergantungan baik secara mental, spritual maupun bio-fisik, merupakan mitra pasangan hidup yang selalu melekat dalam kehidupan masyarakat dimanapun di dunia ini.
Partisipasi perempuan saat ini bukan sekedar menuntut persamaan hak tetapi juga menyatakan fungsinya mempunyai arti bagi pembangunan. Fenomena yang terjadi saat ini adalah semakin banyaknya perempuan membantu suami mencari tambahan penghasilan, selain karena didorong oleh kebutuhan ekonomi keluarga, juga perempuan semakin mengekspresikan dirinya di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.
Salah satu bidang pekerjaan yang banyak ditekuni oleh perempuan adalah sebagai pekerja di sektor informal. Sektor ini memiliki peranan strategis sebagai penyanggah limpahan tenaga kerja yang tidak tertampung pada sektor-sektor formal.

Posted in Disertasi.