Skip to content


Hubungan Karakteristik Jaringan Daun dengan Tingkat Serangan Penyakit Blas Daun (Pyricularia oryzae Cav.) pada Beberapa Genotipe Padi (Oryza sativa L.)

Ina Mustika Dewi1), Ir. H. Abdul Cholil2), Dr. H. Anton Muhibuddin2)

ABSTRAK
Blas merupakan penyakit tertua di dunia (Valent, 2004). Pada tahun 1975 menurut Chin, ledakan dapat ditemukan di lebih dari 85 negara yang memiliki lahan padi termasuk Asia, Amerika Latin dan Afrika. Penyakit blas mampu menurunkan produksi padi hingga 70% dan menginfeksi semua stadia stadia tanaman seperti daun, pucuk, malai, tetapi jarang ditemukan pada pelepah daun. Agrios (2004) mengemukakan bahwa terdapat pertahanan struktural pada permukaan daun yang merupakan faktor utama pertahanan tanaman. Penelitian bertujuan untuk menguji ketahanan beberapa genotipe padi uji terhadap penyakit blas daun dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik jaringan daun berupa ketebalan epidermis terhadap penyakit blas daun. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa hanya beberapa genotipe padi menunjukkan korelasi antara ketebalan epidermis daun dengan intensitas penyakit blas daun. Genotipe padi moderat memiliki sel-sel epidermis lebih tebal daripada genotipe rentan. Epidermis adalah salah satu pertahanan padi terhadap penyakit blas daun sehingga kekuatan dan ketebalan sel epidermis akan menghambat penetrasi langsung patogen atau tidak dapat ditembus sama sekali (Agrios, 1994).
Kata kunci: Blas daun, pertahanan struktural, ketebalan epidermis daun, intensitas serangan

Posted in Jurnal.