Skip to content

Categories:

PENGARUH WAKTU PENYIANGAN GULMA DAN SISTEM PERTANIAN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa)

Safitri Dwi Rahmawati*), Sisca Fajriani dan Husni Thamrin Sebayang

Padi (Oryza sativa) merupakan tanaman penghasil karbohidrat utama yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia. Salah satu penyebab rendahnya hasil produksi tanaman padi adanya gulma pada lahaan budidaya. Keberadaan gulma sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, karena tanaman padi dan gulma akan berkompetisi mendapatkan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh. Oleh karena itu perlu adanya teknologi peningkatan hasil tanaman padi yang ramah lingkungan dengan sistem pertanian dan waktu pengendalian gulma yang tepat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan pada bulan bulan Mei sampai September 2015 di Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinanasi perlakuan sistem pertanian dan waktu penyiangan gulma menunjukkan hasil yang berbeda. Sistem pertanian berlanjut dengan waktu penyiangan berbeda menunjukkan hasil pertumbuhan dan hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional dengan waktu yang berbeda. Keberadaan bebek pada lahan pertanian berlanjut membantu proses penyiangan gulma. Menurut hasil analisis usaha tani, hasil yang lebih efisien adalah perlakuan yang menggunakan kombinasi sistem pertanian berlanjut dengan penyiangan 42 hst dengan R/C ratio sebesar 3,39.

Kata kunci: Padi, Gulma, Penyiangan, Sistem Pertanian, Konvensional, Berlanjut

Posted in Volume 9, No 7 (2021).