Skip to content

Categories:

PENGARUH HERBISIDA BERBAHAN AKTIF TOPRAMEZONE PADA GULMA DAN JAGUNG (Zea mays) HIBRIDA

Fajar Handoko*), Agung Nugroho dan Titin Sumarni

Jagung (Zea mays) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia setelah padi. Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam budidaya jagung ialah adanya gulma. Kehadiran gulma pada tanaman jagung merupakan penyebab terhadap rendahnya hasil jagung tersebut.  Tujuan: 1). Untuk mengetahui kemampuan herbisida Topramezone untuk menekan pertumbuhan gulma pada pertanaman jagung. 2). Untuk mengetahui pengaruh herbisida Topramezone terhadap tanaman jagung. Penelitian dilakukan bulan Juni sampai September 2014 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 9 perlakuan 3 ulangan:  H0: Tanpa penyiangan dan tanpa aplikasi herbisida H1: Herbisida Topramezone dosis 1 liter ha-1; H2: Herbisida Topramezone dosis 1,5 liter ha-1; H3: Herbisida Topramezone dosis 2 liter ha-1; H4: Herbisida Topramezone dosis 2,5 liter ha-1; H5: Herbisida Topramezone dosis 3 liter ha-1; H6: Herbisida Calaris dosis 1 liter ha-1; H7: Penyiangan 1x; H8: Penyiangan 2x. Hasil penelitian menunjukkan, herbisida Topramezone dosis 1 l ha-1 dapat mengendalikan gulma Amaranthus spinosus, Ipomea triloba, Elephantopus scaber, Physalis angulata, Mimosa pudica L, Cynodon dactilon, Imperata  cylindrical, Digitaria stigera R&S. selain itu, herbisida Topramezone dosis 1 liter ha-1  mampu menurunkan bobot kering gulma sebesar 19,82%. Herbisida Topramezone tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung, namun meningkatkan hasil pada dosis 1 liter ha-1 sebesar 10,88%.

Kata Kunci : Jagung, Gulma, Herbisida Topramezone

Posted in Volume 9, No 7 (2021).