Skip to content

Categories:

PEMBENTUKAN POLONG DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) DENG AN PEMBERIAN NITROGEN PADA FASE GENERATIF

Rosilia Puspasari*), Anna Setyana Karyawati, Syukur Makmur Sitompul

Fase pertumbuhan dibagi menjadi dua fase pertumbuhan vegetatif dan fase generatif. Dari fase pertumbuhan tersebut terbentuk karakter morfologi tanaman kedelai, seperti tinggi tanaman, jumlah polong isi dan hampa, jumlah biji dan berat polong yang menentukan hasil. Penelitian ini bertujuan mempelajari pemberian nitrogen pada fase generatif untuk meningkatkan pembentukan polong dan hasil pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2016  sampai September 2016, Agroteknopark Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari galur kedelai (UB1 dan UB2) dan pemberian N.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian nitrogen dengan perlakuan 1/3 pada vegetatif dan 2/3 pada fase generatif memberikan tinggi tanaman dan jumlah daun paling baik, pemberian nitrogen 2/3 pada fase vegetatif dan 1/3 pada fase generatif memberikan luas daun paling baik, pemberian nitrogen 1/2 pada fase vegetatif dan 1/2 pada fase generatif memberikan berat kering total  paling terbaik. Dilihat dari komponen hasil, pemberian nitrogen 1/2 pada fase vegetatif dan 1/2 pada fase generatif memberikan jumlah polong, jumlah biji, berat polong dan jumlah polong hampa paling baik, sedangkan berat 100 biji paling baik terdapat pada perlakuan pemberian nitrogen 2/3 pada fase vegetatif dan 1/3 pada fase generatif.

Kata kunci: Kedelai, Nitrogen, Polong, Fase Generatif.

Posted in Volume 9, No 7 (2021).